Home Website OpenVz vs KVM. Mana Jenis VPS yang Lebih Baik?

OpenVz vs KVM. Mana Jenis VPS yang Lebih Baik?

by TendaTekno

Bisa dibilang bahwa OpenVz vs KVM merupakan software virtualisasi yang paling sering menjadi pertimbangan karena keduanya berjalan di sistem operasi Linux. Bisa dibilang, kedua software ini masih banyak digunakan pada layanan VPS di Indonesia meskipun pada pangsa pasar dunia sudah jauh di bawah VMware ESXi.

OpenVz vs KVM

Lalu pertanyaannya, di antara kedua software virtualisasi server tersebut, manakah yang terbaik? Jawabannya adalah tergantung. Dari dua software tersebut terdapat kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tinggal nanti Anda sendiri yang bisa menentukan mana yang lebih baik untuk Anda menyesuaikan apa yang lebih Anda butuhkan. Mari kita bahas satu per satu.

OpenVz

logo OpenVz

OpenVz merupakan teknologi virtualisasi sistem operasi Linux. Teknologi ini memungkinkan server untuk menjalankan banyak sistem operasi terisolasi yang disebut dengan container, virtual private server (VPS), atau virtual environment.

Berbeda dengan teknologi virtualisasi lainnya yang dapat menjalankan virtualisasi secara penuh, OpenVz hanya menggunakan satu kernel Linux dan oleh karena itu OpenVz hanya mampu untuk menjalankan sistem operasi Linux. Semua container yang ada di OpenVz hanya menjalankan arsitektur dan versi kernel Linux yang sama.

Hal ini yang menjadi kekurangan apabila pengguna memerlukan versi kernel yang berbeda. Namun di sisi lain, karena hal tersebut OpenVz menjadi sangat cepat dan efisien.

– Kelebihan OpenVz

  1. Biaya operasional yang murah
  2. Berjalan dengan cepat dan efisien
  3. Penggunaan memory yang relatif rendah
  4. Set up dan maintenance lebih mudah. Cocok untuk pemula
  5. Tidak memerlukan reboot server apabila ingin upgrade

– Kekurangan OpenVz

  1. Jika terdapat VPS yang menggunakan sumber daya server secara berlebih, maka akan berpengaruh ke server lainnya
  2. Tidak mendukung SWAP
  3. Hanya dapat menginstall beberapa sistem operasi Linux

KVM

KVM merupakan teknologi virtualisasi pada Linux yang menjadikan kernel berfungsi sebagai hypervisor. Hypervisor adalah software, firmware, atau hardware komputer yang memungkinkan untuk melakukan partisi pada sumber daya CPU menjadi beberapa sistem operasi. KVM pada awalnya dirancang khusus untuk processor x86 (32-bit). Kelebihan dari KVM dibandingkan OpenVz adalah KVM menyediakan hardware-assisted virtualization yang menjadikannya dapat menginstall banyak macam sistem operasi seperti Linux, Windows, Solaris, ReactOS, dan masih banyak lagi.

– Kelebihan KVM

  1. Dapat menginstall banyak pilihan sistem operasi
  2. Kinerja VPS lebih stabil
  3. Mendukung SWAP

– Kekurangan KVM

  1. Biaya operasional lebih mahal
  2. Penggunaan memory lebih tinggi
  3. Lebih sulit untuk set up dan maintenance

Kesimpulan OpenVz vs KVM. Mana yang Lebih Baik?

Dalam hal ini kembali ke preferensi masing-masing. Jika Anda masing belum terlalu paham dengan VPS dan/atau anggaran Anda masih terbatas, maka saya sarankan untuk mengambil VPS jenis OpenVz. Sebaliknya, apabila Anda sudah cukup mahir dan/atau memiliki anggaran yang berlebih, maka bisa memilih VPS jenis KVM.

Sekian pembahasan mengenai VPS jenis OpenVz vs KVM. Jika ada tambahan atau pertanyaan bisa tulis melalui kolom komentar.

You may also like

Leave a Comment