Home Komputer dan Laptop 12 Distro Linux Terbaik Berdasarkan Kegunaannya

12 Distro Linux Terbaik Berdasarkan Kegunaannya

by TendaTekno

Seperti yang sudah pernah dibahas pada artikel macam-macam sistem operasi bahwa Linux merupakan sistem operasi open-source. Itu artinya kode pada sistem operasi ini dapat secara bebas dimodifikasi dan didistribusikan. Karena sifatnya yang open-source, Linux memiliki banyak sekali varian atau biasa disebut dengan distro. Tercatat sudah terdapat lebih dari 600 distro Linux berbeda di dunia. Pada artikel ini, kita akan membahas beberapa distro Linux terbaik berdasarkan kegunaannya.

Untuk Pengguna Baru atau Pemula

A. Ubuntu

Distro Linux Ubuntu
Logo Ubuntu (gambar: design.ubuntu.com)

Ubuntu merupakan distro Linux yang sangat populer yang biasanya direkomendasikan apabila pengguna baru ingin belajar atau mencoba menggunakan sistem operasi Linux. Distro ini diluncurkan pada tahun 2004. Meskipun distro Linux yang satu ini mudah untuk digunakan, namun kegunaannya tidak hanya untuk komputer pribadi saja. Ubuntu menawarkan tiga edisi yaitu untuk komputer pribadi, untuk server, dan untuk IoT (Internet of Things).

B. Elementary OS

macam-macam linux - elementary os
Logo Elementary OS (gambar: medianusa.co)

Linux distro yang satu sangat cocok untuk Anda yang baru ingin mencoba sistem operasi Linux dan menginginkan tampilan sistem operasi yang menarik. Elementary OS merupakan sistem operasi Linux yang populer dengan GUI (Graphical User Interface) atau tampilan yang menarik.

Elementary OS memiliki desktop manager sendiri yang bernama Pantheon. Pada awalnya Elementary OS merupakan sebuah paket tema dan aplikasi untuk distro Ubuntu yang kemudian pada akhirnya berubah menjadi sebuah distro Linux tersendiri.

C. Linux Mint

logo linux mint
Logo Linux Mint (gambar: wikipedia.org)

Linux Mint merupakan distro Linux berbasis Debian dan menggunakan desktop Cinnamon. Distro ini dirilis pada bulan Agustus 2006. Linux Mint sangat cocok untuk menggantikan Windows XP karena tampilannya yang hampir mirip dan dapat dikustomisasi menjadi persis seperti Windows XP. Mengingat Microsoft sudah tidak memberikan dukungan pada sistem operasi Windows XP. Dibandingkan dengan Ubuntu, distro ini memiliki kelebihan pada desktop Cinnamon yang lebih sedikit penggunaan data.

D. Zorin OS

macam-macam linux - zorin os
Logo Zorin OS (gambar: pinterest.com)

Selain Elementary OS, salah satu distro Linux yang memiliki tampilan elegan yang bisa Anda coba adalah Zorin OS. Distro ini dirilis pada tahun 2009. Disebutkan pada websitenya bahwa distro ini didesain supaya mudah digunakan sehingga pengguna baru tidak perlu melakukan penyesuaian terlalu banyak saat menggunakan distro ini. Layout dari Zorin OS dapat diubah sesuai dengan sistem operasi yang sudah sering digunakan sebelumnya baik itu Windows, macOS, atau Linux.

Untuk Pendidikan

A. Skolelinux/Debian-Edu

distro linux skolelinux
Logo Skolelinux (gambar: skolelinux.de)

Daftar kedua dari distro yang dirancang untuk tujuan pendidikan bernama Skolelinux atau Debian-Edu. Dari namanya sudah dapat dipastikan bahwa distro ini berbasis Debian. Skolelinux diluncurkan pertama kali pada tahun 2004 di Norwegia. Nama Skolelinux diambil dari Bahasa Norwegia yang jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris menjadi school linux yang artinya linux sekolah.

B. Endless OS

distro linux endless os
Logo Endless OS (gambar: endlessos.com)

Endless OS merupakan sebuah distro Linux yang ditujukan untuk belajar, bekerja, dan bermain. Endless OS dirilis pada tahun 2011 di San Francisco, Amerika Serikat. Tampilan dari distro ini dibuat sederhana seperti layaknya smartphone sehingga cocok digunakan untuk pengguna yang masih memiliki pengalaman dalam mengoperasikan komputer. Endless OS menyajikan lebih dari 100 aplikasi gratis yang dapat diakses tanpa koneksi internet.

C. Sugar Labs

macam-macam linux - sugar labs
Logo Sugar Labs (gambar: sugarlabs.org)

Distro yang satu ini dirancang khusus untuk anak kecil. Tampilan dari Sugar Labs sangat sederhana sehingga memudahkan anak kecil yang masih dalam masa pertumbuhan untuk mempelajari sistem operasi ini. Dengan tampilan yang ditawarkan, anak-anak dan guru dapat menggunakan komputer dengan caranya sendiri. Distro ini berfokus pada eksplorasi dan kritik yang merupakan budaya perangkat lunak bebas. Demo dari distro ini dapat dicoba melalui try.sugarizer.org

D. AcademiX GNU/Linux

AcademiX GNU/Linux merupakan distro Linux berbasis Debian yang sangat cocok digunakan untuk edukasi atau pendidikan. Sesuai dengan namanya, distro ini memang dirancang untuk tujuan pendidikan. AcademiX dirancang untuk semua tingkat pendidikan mulai dari sekolah dasar, menengah, hingga tingkat universitas.

Distro ini dilengkapi alat instalasi yang dapat digunakan untuk memasang berbagai macam aplikasi pelajaran matematika, fisika, geografi, kimia, biologi, elektronika, statistik, desain grafis, dan lainnya yang disertai dalam laboratorium interaktif visual yang dikembangkan dalam kerja sama dengan NASA.

Untuk Server

A. Ubuntu Server

Selain untuk penggunaan pribadi, Ubuntu juga menyediakan versi untuk server. Pada edisi server, terdapat fitur tambahan seperti web hosting, email hosting, dll. Perbedaan paling mencolok antara Ubuntu versi desktop dan server adalah pada tampilannya. Ubuntu Server tidak menyediakan Graphical User Interface (GUI) sehingga pengguna harus bisa mengoperasikan sistem operasi ini menggunakan command line.

B. OpenSUSE

logo opensuse
Logo OpenSUSE (gambar: wikipedia.org)

OpenSUSE merupakan distro Linux open-source yang berada di bawah naungan brand SUSE. Terdapat dua macam versi dari OpenSUSE yaitu Tumbleweed dan Leap. Perbedaan antara keduanya adalah pada rilis dan stabilitas. Tumbleweed menawarkan rilis yang cepat dan konstan sehingga pengguna akan selalu mendapatkan Linux packages terbaru namun stabilitas sistem operasi kurang terjaga. Sedangkan Leap menawarkan garansi stabilitas sistem operasi yang terjaga namun dengan rilis yang tidak sesering versi Tumbleweed.

Untuk Pengguna yang Sudah Mahir

A. Arch Linux

distro linux arch linux
Logo Arch Linux (gambar: archlinux.org)

Arch Linux merupakan distro Linux berbasis biner yang memiliki desain khas sederhana dan ringan. Arch Linux dirancang menggunakan prinsip KISS yang merupakan singkatan dari Keep It Simple, Stupid. Proyek distro ini lebih fokus kepada kesederhanaan dan ketepatan program. Arch Linux tidak memiliki GUI (Graphical User Interface) saat pertama kali dipasang sehingga pengguna bisa memilih GUI yang yang disukainya.

B. Gentoo Linux

logo gentoo linux
Logo Gentoo Linux (gambar: gentoo.org)

Jika Anda merupakan orang yang mengetahui bagaimana cara untuk melakukan kompilasi source code, maka distro Linux yang satu ini layak untuk dicoba. Gentoo Linux menggunakan Portage package management system yang modular, portabel, dan fleksibel. Nama Gentoo Linux diambil dari nama spesies penguin yang dapat berenang dengan cepat. Dengan nama yang digunakannya tersebut, distro ini ingin merefleksikan peningkatan kecepatan yang merupakan fitur utama dari distro ini.

You may also like

Leave a Comment